Entry: Happy Mother's Day and more.. Monday, December 22, 2008



Senin, 22 Desember 2008

Haii, D, udah seabad rasanya ga menyapa elo di sini, ahahaha :p

*lebay mode is on*

Anywayy..

Belakangan ini mang hawa malas ngeblog lagi menerpa, yang di Multiply aja ga terlalu sering di-update walau yang di sini lebih jarang lagi sih, hihihi :D

Ngga nyangka juga postingan yang 'sapi & bunga' ama 'a switch in the brain' tau2 aja udah tayang padahal niatnya mau gua pending ke tahun 2009, hahaha..

Tapi karena scroller bermasalah jadilah kaga bisa ngeganti tanggal tayang postingan so sutra lahh..

Ngga tau dhe postingan pending apaan lagi yang bakal tayang, lagi males ngecek :p

Anywayy..

Happy Mother's Day for all the Moms in the world!!

You should all be proud udah berhasil membawa sebuah kehidupan ke dalam dunia ini ^o^

Tugas selanjutnya adalah memastikan kehidupan yang telah kalian bawa bagi bayi mungil yang baru pertama kali melihat dunia itu akan tumbuh menjadi sosok dewasa yang bisa dibanggakan ;)

Terima kasih buat Mami-ku atas segala kesabaran dan kasih sayangnya dalam membesarkan dakuu *cups*

Love you always!!

Berhubung udah lama ngga ngobrol2 di sini jadi harap maklum ya, D, kalau postingan gua kali ini rada panjang.

And berhubung sekarang di kepala gua lagi muter2 berbagai macam hal jadi kalau ga fokus ke satu hal tertentu yaa harap maklum.

Kalau ternyata sampai akhir postingan juga ga jelas juntrungannya yaa maklum juga dhe, hahaha, soalnya asli kepala lagi cenats cenuts bangets.

And hal2 yang membebani kepala ini ga bisa dishare ke siapa2 juga jadinya mending gua nulis ngalor ngidul di sini biar kepala jadi lebih entengan in the end.

Karena writing has always been a some kind of theraphy for me.

Iyaa.. Dengan ngoceh2 ga jelas lewat tulisan gini, in the end perasaan gua pasti berasa lebih enakan :p

Ngga kerasa ya 'bo, bentar lagi Natal and kalau udah Natal maka waktu akan lebih melayang sehingga tau2 aja udah masuk ke tahun berikutnya dhe :D

Menjelang akhir tahun 2007 lalu gua udah curhat panjang lebar soal tema hidup gua selama tahun 2007.

Kalau di tahun 2007 lalu temanya adalah : Year of Fighting(s) maka di tahun 2008 ini my life's theme adalah : First-Timer Year, hehehe..

Sesuai dengan judul tema-nya maka artinya di tahun 2008 ini gua banyak melakukan sesuatu untuk pertama kalinya :p

Selengkapnya baca di Multiply gua aja yaa..

Males dhe copy paste lagi ke sini, ini link-nya kalau mau baca :

http://tottilicious79.multiply.com/journal/item/229

Tahun 2008 ini bisa dibilang juga sebagai tahun di mana gua kembali membaca buku2 dalam kategori mixed antara psikologi, motivasi, self-help, spiritual dan lain-lain.

Yaa.. Pokoknya buku2 yang bukan buku cerita anak2, hihihi..

Yang juga makin gua sadari and akan gua terapkan sepenuhnya di tahun 2009 adalah..

Gua akan mulai membaca buku hanya yang 'memanggil' gua untuk membacanya :D

Somehow gua ngerasa emang ada kekuatan tarik menarik antara buku dengan pembaca.

Buku jenis tertentu bisa lebih memanggil2 kita untuk dibaca and panggilannya itu lebih kencang daripada buku2 lainnya.

Salah satu buku yang 'memanggil' gua di tahun 2008 ini adalah bukunya Robin Sharma yang berjudul 'Who Will Cry When You Die'.

Pertanyaan serupa juga beberapa kali muncul dalam pikiran gua, terutama sehabis menyaksikan penayangan prosesi pemakaman Lady Di, Bunda Teresa, dan Paus.

Ketika melihat sekian banyak orang yang menangisi kepergian mereka bertiga, somehow hati gua berdesir dan pikiran gua melontarkan pertanyaan :

'Siapa yaa yang kira2 akan menangis pada saat gua ga lagi berada di dunia ini?'

Ntah kenapa, gua ga terlalu suka akan kata 'meninggal', especially when it's about me.

Makanya gua jarang menyebut kata 'meninggal' kalau lagi dalam konteks ngomongin diri gua.

Gua lebih senang menggunakan istilah : no longer in this world, pergi untuk selamanya, dan lain sebagainya.

Anything with the same meaning tapi bukan kata 'meninggal'.

Mungkin karena the idea of 'meninggal' itu sendiri menakutkan buat gua, setidaknya untuk sekarang.

Karena gua masih belum siap untuk itu.

Masih banyak yang ingin gua lakukan.

Masih banyak hal yang ingin gua wujudkan.

Masih banyak yang ingin gua temui.

Masih banyak tempat yang ingin gua kunjungi.

And masih banyak hal lainnya dhee..

Huehehehe..

Kemarin ini out of nowhere tiba2 Nando nanya ke gua :

'Ii udah siap belum meninggal?'

Gua jawab : 'belum'

Dia ngerespon : berarti Ii masih banyak dosa!

Huahahaha.. Sipaul.. Tau ajee, hihihi :p

Balik ke buku.

Pertama kali ngeliat nih buku di Times sekitar tengah tahun ini.

Ngga terlalu merhatiin sih karena dia letaknya di bawah githu.

And pada waktu itu gua mang belum tertarik untuk mulai baca2 lagi buku2 jenis yang udah gua sebutin di atas.

Iseng aja ngeliat2 and mata gua tertumbuk ama judulnya.

Tapi terus terlupakan.

Sampai ketika Gramedia Gunung Sahari ngadain sale 30%.

Di sana gua menemukan buku lain yang 'memanggil' gua yaitu : Discover Your Destiny oleh Robin Sharma.

Pas iseng2 baca kata2 pembukaannya, ntah kenapa hati gua berdesir menatap deretan huruf2 yang membentuk kata2 yang terangkai menjadi kalimat itu.

And dari buku itu pula gua baru tahu kalau ternyata si Robin Sharma pula lah yang mengarang 'Who Will Cry When You Die?'

Karena pas pertama gua ngeliat di Times, gua cm tertarik ma judulnya aja, ngga minat mencari tau lebih lanjut.

Cukup lama jadi sebelum akhirnya 'Who Will Cry When You Die' versi terjemahan akhirnya nyampe di tangan gua.

Karena cukup susah nyari buku yang satu ini, maklum buku udah lumayan lama kali ya?

And biar udah nyampe di tangan sekalipun, ngga langsung gua baca karena gua lagi baca 'A Cat in My Eyes' yang akhirnya baru setengah baca trus gua tinggal.

Maklum ga terlalu konek ma isinya :p

Gua lanjut baca 'The Power of Now' by Eckhart Tolle, 'nemu' secara ga sengaja pas lagi di Gramedia CL.

Pas lagi dalam proses berusaha menyelesaikan 'The Power of Now' inilah baru gua berhasil mendapatkan 'Who Will Cry When You Die' di Gramedia SMS.

Berhubung 'The Power of Now' bahasannya ternyata njelimet and nih buku ga terlalu memanggil2 gua, akhirnya gua tinggalkan juga dhe untuk beralih ke 'Who Will Cry When You Die'.

Mungkin topiknya. Mungkin gaya bahasa pengarangnya. Atau mungkin penerjemahnya yang enak nerjemahinnya.

Tapi sejak baca 'Discover Your Destiny' yang lanjut ke 'The Monk Who Sold His Ferrari' lalu ke 'Who Will Cry When You Die', gua jadi suka ma buku2nya Robin Sharma.

'The Monk' sebenarnya ga terlalu memanggil gua, huahahaha :p

Tapi 'Discover' ataupun 'Who Will Cry' itu sendiri masih dalam seri 'The Monk'.

Isinya rada mirips2 sih :p

'Who Will Cry' sendiri lebih ke arah chapter2 pendek berisikan pesan bagaimana kita harus menjalani hari demi hari kita sepenuhnya.

Supaya ketika it's time for us to leave this world, there'll be no regrets.

Waahh.. No wonder buku ini terasa memanggil2 gua, huehehehe :p

Baru mulai baca beberapa bab awal sih karena masih dilema antara menghabiskan dulu 'The Power of Now' atau tinggalin aja tuh buku :p

Tahun 2008 ini juga mungkin bisa dibilang sebagai tahun penghidupan kembali mimpi.

Mimpi yang sempat terkubur selama sekian tahun akhirnya muncul kembali ke permukaan.

Udah coba ditekan2 supaya masuk kembali ke dalam tanah tapi ternyata masih bandel juga menunjukkan rupanya.

So I have no other choice than to admit it and try to fulfil it.

Tahun ini juga dipertemukan dengan beberapa orang yang mungkin tanpa mereka sadari, perjumpaan gua dengan mereka menyingkap berbagai hal yang selama ini berada dalam kabut.

Ada yang membuat gua mempelajari semangat pantang menyerah dalam dirinya.

Ada yang membuat gua belajar untuk kembali membuka hati.

Ada yang bikin gua belajar untuk mempercayai diri sendiri dan men-support diri kita no matter what karena we can't always depend on others to give us the supports we need.

Tahun 2008 ini mungkin juga bisa dibilang tahun di mana gua paling banyak belajar dari alam.

Hal2 yang selama ini gua missed ternyata bisa memberikan banyak pelajaran berarti, terutama mengenai kebesaran Tuhan. Dari Dari semut, singa, pohon cemara, pohon meranggas, bunga matahari, kecoa, hujan, pelangi dan lain sebagainya.

Gua juga kembali diingatkan untuk percaya akan mimpi gua walau gua mungkin saat ini ga terpikirkan cara untuk mewujudkannya.

It may take years untuk terwujudnya mimpi gua itu, tapi kalau mang Tuhan merestui mimpi gua untuk jadi kenyataan, maka ngga ada hal yang tidak mungkin bagiNya.

Yang harus gua lakukan adalah mengusahakan yang terbaik dan berdoa.

Buat yang butuh rekomendasi film yang punya 'pesan' yang bagus, gua merekomendasikan :

Tinkerbell.

Ama Barbie : Mariposa.

Itu film dua baguss dhe ceritanya!

Mengajarkan pada kita that we can't me any other person than ourselves jadi yang harus kita lakukan adalah be a better person of ourselves.

So what kalau kita beda dari orang lain?

Karena memang tiap orang itu ga ada yang sama?

Don't be afraid to leave the crowd and make your own ways!

Aahh.. Ini mang terkadang susah tapi yaa perlu dilakukan juga ya karena in the end semuanya itu setimpal, huehehe..

Okee dokee.. Masih ada tagihan yang harus di-cek neeh, and makan siang gua juga udah ludes disantap, hihihi..

Lanjut kapan2 yaa, D!

Buat yang masih sering mampir ke sini, thank you yaa ;)

Ntar kalau virus malas blogwalkingnya udah lenyap, gua mampir2 juga ke tempat kalian :D

Ciaoo cito, babee..


Amore,

Indah

   2 comments

Indah
December 27, 2008   09:50 PM PST
 
Hai, Laa.. Akhirnya nyampe juga di sini, ga nyasar khan? Ahahaha :D

*nyuguhin kopi*

Hmm, gua rasa salah satu alasan kenapa orang jarang ngomongin soal kematian adalah karena : dia belum ngerasa hidup sebelum dia meninggal, huehehe..

*bahasa yang bribets :p*

Iya yaa.. Dare to be different, nice point, Laa ^o^

Ciaoo cito? Hehehe.. Yaahh ± artinya 'see you' githu dhe, hihihi :D
jeunglala
December 24, 2008   08:15 AM PST
 
Hey..

Finally made it here! :)
Ndah, jarang ada orang yang berani bicara soal kematian dan entah kenapa, sampai sekarang "DIE" seems to be the hardest word... *hah, jadi inget sama lagunya Elton John & 98 Degree! hehe*

Well,
kalau aku sih.. Dare to be different, karena semua orang tuh memang dilahirkan special. Dengan segala kekurangannya, siapa tahu justru disitulah letak lebihnya...

psstt.. penasaran sama ciaoo cito.. artina??? :)

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments