Entry: Don't (Always) Look Up! Friday, September 12, 2008



'Jadi orang itu jangan selalu melihat ke atas, Dah!'

'Tapi..'

'Iyaa.. Sekali2 elo perlu melihat ke bawah dan mensyukuri hidup elo!'

'Tapii..'

'Kalau terus melihat ke atas, elo akan selalu merasa ada yang kurang!'

Dan gua pun kembali mengatupkan mulut.

Bukan.. Bukan karena gua setuju akan kata2nya, walau di beberapa hal gua tau dia bener, haha..

Tapii gua menelan kembali kata2 gua karena gua ngga dikasih kesempatan untuk ngomong!!

Aaarrrggghhh..

Bisa ga seeh kasih gua kesempatan ngomong?! *toeng*

Well, this is what I hate about letting people get involved in my life for too much!

Kenapa?

Mereka akhirnya sibuk menentukan apa yang 'terbaik' buat gua tanpa merasa perlu untuk terlebih dulu mendengarkan pendapat gua, ggrr..

Mungkin ini akan terdengar sedikit aneh ya, D, tapi gua rasa gua ngerasa 'kurang' justru ketika gua ngeliat ke bawah.

'Jadi maksud elo, elo pengen punya kehidupan seperti anak jalanan yang elo lihat itu, Dah?'

Ya ngga githu juga sih. But yes, I want some part of their life. Their fighting spirit.

Kemampuan mereka untuk tetap dapat tertawa menjalani hidup di tengah himpitan beban ekonomi.

Keriangan mereka yang bermain dan bercanda tanpa beban.

Itu yang gua inginkan dari mereka.

Kapan terakhir kali gua bisa tertawa lepas tanpa beban?

Sometimes gua harus memasang senyum di kala hati gua ingin menangis tapi gua ga boleh 'jatuh', ada yang lebih perlu melihat senyuman gua dibanding tangisan gua.

Masalah yang menghimpit dada gua ngga seberat yang dirasakan oleh orang lain.

Well.. Gua tau apa yang gua lihat dari para anak jalanan itu adalah yang terlihat dari luar, I don't know how they feel inside tapi apa yang terlihat mata gua itu lah yang ingin gua pelajari dari mereka, D..

Berada di puncak dan merasa bahagia. Itu memang sudah seharusnya demikian.

Gua pikir hanya orang bodoh yang bisa 'membeli' dunia tapi dia tetap merasa menjadi orang paling tidak bahagia sedunia.

Emang betul uang tidak bisa membeli kebahagiaan tapi uang dapat memudahkan banyak hal sehingga elo bisa fokus mengejar kebahagiaan elo sepanjang jalan kehidupan elo.

Percaya dhee.. Tekanan ekonomi itu bisa membuat banyak hal menjadi lebih sulit dari yang seharusnya.

Jadi berbahagialah kalau saat ini elo berada dalam status finansial yang 'aman' karena itu udah melenyapkan setengah dari persoalan elo.

You can learn a lot dari orang yang hidup serba kekurangan ditinjau dari segi finansial, tapi bisa tetap tersenyum tulus tiap pagi menyambut datangnya mentari.

Mengusap peluh keringat di dahi sambil tetap bersyukur hari ini masih diberi pekerjaan dan akan ada cukup uang untuk makan.

Bercengkrama riang dengan keluarga walau besok belum tau apakah masih bisa makan atau tidak.

Wooowww..

Seberapa banyak dari kita yang kehidupannya dari segi ekonomi jauh lebih baik dari waktu kita kecil dulu tapi somehow kita merasakan kalau there's something's missing in our family.

Ntah itu berupa kehangatan. Canda tawa. Kebersamaan. Atau apa pun.

Emang bener sih. There's a price to pay for everything.

And di kehidupan jaman sekarang, price yang harus dibayar menjadi semakin mahaaaall, dikarenakan orang mulai mengejar gaya hidup yang terkadang melebihi kemampuan kantong untuk membayarnya.

Nyokap gua terkadang suka menceritakan tentang masa2 mudanya dulu.

And I know.. That's what I've been missing in my family.

Kedekatan. Dan kebersamaan. Serta kehangatan.

Gua iri pas membayangkan cerita nyokap di mana di sore hari nyokap gua bersama dengan kakaknya melewatkan saat2 menyenangkan bersama.

Nyokap gua menyanyikan lagu gereja sementara kakaknya memetik gitar.

Simpel. Sederhana. Tapi berkesan. Dan bermakna.

Nyokap bukan berasal dari keluarga berada, walau yah ngga kekurangan sampai ngga bisa makan sih. Tapi ya ngga semua yang diinginkan bisa langsung didapatkan. Harus melalui perjuangan dan terkadang deraian airmata.

Kisah hidup nyokap sendiri mungkin bisa dijadikan kesaksian betapa Tuhan senantiasa menjaga, melindungi dan memberkati kehidupan anakNya.

Ketika nyokap baru beranjak dewasa, Engkong gua meninggal. Dan Emak gua pun harus sendirian mengurus kelima anaknya tanpa mendapat warisan dari sang suami yang telah berpulang.

Tapi mereka berjuang bersama2, bahu membahu, saling menolong dan tawa ngga pernah hilang dalam hidup mereka walau roda perekonomian terkadang rada tersendat dikit.

Tapi mereka tetap memelihara hati yang memberi. Berbagi tanpa mengharapkan pamrih.

Sukacita. Dan damai sejahtera. Serta iman di dalam Tuhan.

So it's not always about looking up or down.

You can just look around. Take time to learn.

Karena di sekitar kita ada banyak 'pelajaran' yang bisa kita petik dan ambil hikmahnya.

Tinggal nunggu 'pemicu' yang 'pas' maka elo akan bisa menyadari banyak hal yang ngga berjalan dengan semestinya dalam diri elo.

Banyak hal yang bisa menyadarkan elo apa yang penting dalam hidup.

Yang diperlukan hanyalah hati yang mau belajar dan pikiran yang terbuka akan segala hal.

Karena memang benar. Terkadang Tuhan sudah menyediakan segala jawaban atas pertanyaan kita, yang perlu kita ketahui adalah di mana kita harus mencarinya.

Kalau yang masih belum terjawab juga, saatnya membawa dalam doa, seperti misalnyaa.. Di manakah jodohkuu?!

Huehehe.. :p

So, open up your eyes and see all the wonderful things around you and let them teach you things about life and be grateful for you're still alive now ^o^

Okee dokee.. Ciaoo cito, babee..


Amore,

Indah

   5 comments

Indah
September 19, 2008   11:42 PM PDT
 
Kokoo.. Pandanglah ke mana pun dikau ingin memandang, ahahaha :D

Dewii.. Wii, Wii.. Mending baca Multiply gua dhe, di sana pembahasannya lebih seru ^o^
cruiser
September 18, 2008   04:36 AM PDT
 
ehm...klo gua bilang sih lihatlah ke segala arah.
Sesekali liat ke atas : biar punya semangat untuk maju seperti mereka

Sesekali lihat ke bawah : untuk mensyukuri nikmat-NYA (walo agak kejam bersyukur dengan cara begini :p)

Dan sesekali lihatlah ke sekitar : to know that you're not alone.
koko
September 17, 2008   11:01 AM PDT
 
ya tapi kalau liat ke bawah juga gak bisa liat jalan, nanti malah nabrak...mendingan pandangan ke depan..
Indah
September 14, 2008   09:17 PM PDT
 
Yennyy.. Wakakakak, bener jugaa ^o^
Yenny
September 13, 2008   12:07 PM PDT
 
iya, emang kita harus sering2 ngeliat ke bawah, mana tau pas jalan nemu duit selembar, kan lumayan :p

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments