|
 |
|
Monday, September 08, 2008
Kalau kemarin ini gua pernah sharing tentang panggilan 'sayang' gua buat nyokap, semisal :
ASMA : Aku Sayang MAmi
USA : U Say(ang) Ai?
ICU : I Chayank U
SMS : Sayang Mami Selalu
MSA : Mami Sayang Aku?
Huehehehe.. Selain singkatan2 di atas, gua juga 'menciptakan' singkatan for My Mom to me, yaitu :
ASI : Aku Sayang Indah
Hihihi.. ^o^
Naahh.. Nyokap gua itu kalau ngomong ASI ntah kenapa nadanya musti ada penekanan dengan suara rada melengking, hahaha, aslii tiap kali dengernya gua jadi pengen ketawa karena lucuu, hahahaha :D
And udah ampir sebulanan ini gua kehilangan that ASI, huhuhu *hiks*
Karena nyokap lagi kurang sehat jadinya kaga bisa ngomong ASI dengan nada melengking :p
Gua bilang ke nyokap ya udah nada biasa aja githu lhoo, ahahaha, tapi dia kaga mauu karena katanya ASI yang dulu udah 'khas'.
Jadinya sekarang paling yang keluar adalah 'Sayangku' dengan nada yang lembut and ngga butuh tenaga untuk mengucapkannya :D
But, Mii..
I miss that ASI!! ^o^
Ayoo.. Mami cepat sehat lagi yaa biar ASI-nya bisa kembali keluar!! ;)
Happy Mondayy semuanyaa!!
Okee dokee.. Ciaoo cito, babee..
Amore,
Indah
Posted at 07:42 am by incredible79
Permalink
Friday, September 05, 2008
2 Taxi Drivers : The Lessons
Hari ini, Selasa, 2 September 2008 adalah kali kedua gua pulang ke rumah by taxi.
Yang pertama adalah di awal tahun, di bulan Januari 2008, lupa tepatnya tanggal berapa.
Waktu itu karena impulsif, huahaha.. I felt like I needed to get off that place right away before I blew up into pieces and the volcano inside me finally erupted :p
But the taxi driver that day who liked to chat taught me a lesson which was to swallow my pride and learning how to keep my head seeing the ground.
The funny thing was..
Well, antara funny, miris, ma berbagai macam esmosi seeh ketika from his sentences, gua ngerasa he misleaded me as Tante Girang!!
Wakakakakak..
Gilingan lhoo, gua rasa pekerjaan sampingan tuh taxi driver adalah to fulfill rich women's desires just for some extra money!
Tekanan ekonomi yaa 'boo!!
Dia juga menguliahi gua supaya nyari suami laki2 yang kaya and telen aja bulat2 pride gua, jangan menolak mentah2 ketika dijodohkan dengan calon suami yang kaya, supaya ngga ended up like him.
Iyaa.. Dia lalu menceritakan tentang sekilas kisah hidupnya kenapa bisa jadi sopir taksi padahal dia lulusan sarjana dan dulu sempat berwiraswasta dan cukup sukses sebelum akhirnya kehilangan segala2nya.
Antara percaya ngga percaya seeh ma ceritanya, haha..
Siapa tau dia menceritakan soal kepahitan hidupnya supaya gua ngasih tips yang banyak? :p
Anywayy.. Si sopir taxi ini mang cakeps seehh, huehehehe ^o^
Husshh.. Husshh.. Indah, udah punya anak istri masa masih mau diembat?! Wakakakak :p
Nah sekarang mari kita menengok sopir taxi yang hari Selasa, 2 September 2008 ini gua naiki taxi-nya.
Since gua lupa mencegah Danny supaya ngga cerita banyak2 ke nyokap about my blog, tadi pas nyokap nanya ke Danny jadilah dia cerita and something came up..
I felt like I needed to come home soon to accompany my Mami.
Tadinya bokap nyuruh gua pulang ma si Dave tapi ribets aahh ntar di jalan ditanya2in and gua khan ngga tau harus mulai dari mana so I decided to take a taxi aja dhee..
Kali ini supirnya udah rada tua. Dari awal naik udah berasa rada ngga enak soalnya tampangnya lemes and ngga ada senyuman, huehehe..
Gua bilang naik tol dalam kota aja ntar langsung nyambung ke tol Tomang-Kebon Jeruk.
Keluar dari tol di daerah Jembatan Besi, arus rada melambat.
Tadinya sepanjang jalan gua chatting ma si Ima tapi berhubung udah mendekati lampu merah, gua bilang ke Ima ntar lagi chattingnya gua sambung.
Berhubung macetnya rada lama jadi gua iseng2 ngeliat keadaan sekeliling sambil sesekali ngeliat kaca besar di bagian tengah, mm.. Apa istilahnya ya? Pokoknya yang dipakai si orang yang nyetir buat ngeliat ke arah belakang dhe, semacam spion tapi yang di bagian dalam mobil kali yee?
Anywayy.. Apa yang gua lihat membuat gua tertegun karena that taxi driver sukses memejamkan kedua belah matanya 'boo!!
Aiihh..
Emang seehh kendaraan lagi pada berhenti nunggu lampu merah tapi khan tetep aja dia ini lagi ngantuks and pas akhirnya melek untuk memajukan taxi sedikit juga dia kembali tertidur.
Yaikss..
Sempat kepikiran apa gua ganti taxi aja ya? Tadinya mau nanya juga apa si Bapak puasa apa kaga, kalau kaga ntar gua beliin permen atau ngga berhenti dulu bentar buat ngopi. Tapi ntar malah dibilang ngga menghormati yang lagi puasa jadi gua diem aja.
Siklusnya masih sama :
Mata terpejam - melek - majuin taxi dikits - kembali terpejam - melek lagi - dst.
Sampai akhirnya lampu benar2 menyala hijau dan sisa perjalanan berlangsung dengan lancar and si Bapak berhasil melek dan mengantarkan gua dengan selamat sampai ke depan rumah, huahaha..
Rasanya besok2 kalau naik taxi lagee I might have to consider searching for another taxi dhee, udah 2x kok kaga ada yang beres?
Atau message of the day-nya adalah : kalau lagi ngantor jangan pernah pulang duluan kalee!! :p
Hahaha..
Anywayy.. Dari nih taxi driver yang kedua gua juga mendapatkan pelajaran, D..
Berapa banyak dari kita yang bersikap seperti sang taxi driver itu?
Bukan.. Bukan dalam hal menyetir mobil tapi maksud gua dalam menjalani kehidupan kita ^o^
Kebanyakan dari kita, including me of course (waitt, ini harusnya ngga diucapkan dengan nada bangga, hahaha :p), menjalani hidup kita dalam kondisi setengah tertidur, terngantuk2 yang mengakibatkan arah pandangan kita menjadi kabur dan terkadang ketika maksa untuk tetap berjalan, salah2 alih2 menginjak rem malah yang ditekan adalah gas yang memungkinkan terjadinya tabrakan!
Iyaa.. Itu pelajaran yang gua dapatkan dari taxi driver ke-2 ini.
Ayoo, Indaahh.. Cepatlah sadar dan raih kembali kehidupanmu dengan kesadaran penuh, take time to plan your future and take one step at a time to make it come true karena seribu mil sekalipun dimulai dari satu langkah kecil yang kita ambil pertama kali ;)
Dulu gua selalu mikir daripada berjalan di tempat terus, lebih baik gua melangkah maju walau ga ada tujuan yang pasti.
Tapi ternyataa.. Having no directions at all seperti yang udah bisa diduga will only lead me to.. Yup! Nowhere lha yauu, hahaha ^o^
Aaiiihhh.. Cuapee dhee..
Okee dokee.. Thank you both taxi drivers, for letting me having a lesson from both of you :D
Ciao cito, babee..
Amore,
Indah
Posted at 03:35 pm by incredible79
Permalink
Thursday, September 04, 2008
Habitat alami singa mungkin adalah di alam liar di wilayah Afrika sana.
Tapi untuk kepentingan yang hanya bisa dimengerti oleh para pemilik kebun binatang maka mereka tetep 'memaksa' memelihara singa di kebun binatang yang mereka miliki.
Yang awalnya liar dan merasa ngga betah akan lingkungan barunya mau ngga mau singa2 Afrika tersebut terpaksa 'menerima' nasib mereka dan mulai pasrah bahwa hidup mereka akan dihabiskan di dalam kebun binatang tersebut.
Pasrah bahwa mereka mungkin mereka tidak akan pernah lagi merasakan gairah menjelajahi alam liar dengan hembusan angin yang membelai ketika mereka berlari melintasi padang rumput yang membentang luas sejauh mata memandang.
Para pengunjung kebun binatang mungkin akan berkomentar, "Aiiihh.. Kamu lucu dhe, Ngaa (panggilan sayang untuk 'singa' maksudnya, haha :p)! Enak khan tiap hari ngga usah susah payah cari makanan sendiri tapi udah disediakan daging berkualitas terbaik lho!"
Sementara sang singa mungkin hanya akan menatap balik tidak mengerti akan maksud dari perkataan sang pengunjung.
Okayy.. Makanannya memang terjamin, ngga perlu repot2 menguber2 kijang tiap hari.
Tapi 'penjara' tetap saja 'penjara' apapun nama yang disematkan kepadanya.
Dan itulah yang dirasakan sang singa.
Gua rasa mereka mau menukar segala macam steak kualitas kelas satu yang mereka makan tiap hari itu dengan kebebasan mereka, hidup tidak terkurung dan terpenjara seperti di kebun binatang itu.
Begitu juga dengan bayi singa yang lahir di kebun binatang.
Walau sang bayi singa belum pernah merasakan udara bebas dan padang rumput tempat bermain tanpa ada batasan dan kurungan yang membatasi geraknya, namun karena it runs in the bloods maka sisi 'liar' dari singa akan selalu ada dalam dirinya.
Mungkin sekarang sisi itu sedang tertidur jauh di dalam relung hatinya namun pada saat yang tepat ketika disentuh di bagian yang tepat maka hal itu akan mengaktifkan semua tombol2 dalam dirinya dan membangunkan sisi yang selama ini bahkan tidak pernah diketahuinya ada.
Seperti itulah yang kadang gua rasakan, D..
Gua terkadang merasa seperti si bayi singa yang lahir dalam kebun binatang yang tak pernah mengenal alam Afrika tempat leluhurnya berasal.
Sejenak terlena karena kenyamanan yang disediakan oleh pihak pengelola kebun binatang.
Tapi ketika ada yang mengusik bagian yang selama ini tertidur dalam dirinya, ia menjadi gelisah dan merasa bahwa apa yang didapatkannya selama ini tidaklah cukup.
Steak2 itu masih tetap dimakannya namun kenikmatannya semakin hari semakin berkurang hingga terasa hambar.
'Rumah' yang dulu dirasakannya sebagai tempat perlindungan yang aman dan nyaman, sekarang tidak lagi terasa sebagai tempat yang menyenangkan.
Ada kerinduan yang tak terucapkan yang ngga bisa dijabarkan dengan kata2 untuk mencoba menjelajahi tempat di luar kurungan tersebut yang selama ini terasa 'memanggil2' dirinya namun ia tidak tahu ke arah mana harus mulai melangkah.
Dan lagi.. Jangan lupakan faktor kenyamanan yang selama ini dirasakannya.
Hal ini sejauh ini berhasil menahan si bayi singa untuk tetap berada dalam lingkungan tempatnya dilahirkan.
Tapi darah Afrika-nya terus memanggil2 dan sang bayi singa tahu suatu saat, dia harus menuruti panggilannya, untuk membebaskan sisi 'liar' dirinya yang selama ini 'terpenjara' supaya ia bisa merasakan 'kebebasan' yang selalu diimpikannya, walau mungkin saat ini belum terlalu dipikirkannya.
Hmm.. I guess I need to find my 'Africa' ya, D, and find a way and not to forget, courage to finally take a step out from my 'zoo', huehehe ^o^
Wondering apakah 5 tahun dari sekarang gua masih akan tetap berada dalam 'zoo' atau sudah berlari riang gembira in my 'Africa'?
Hopefully I will land in Italy, huahaha :p
Emang dasarnya ngeyel ya teteepp aja ngeyel, lagi ngomongin Africa kok nyasar ke Italy?! Hahaha ^o^
Well.. Actually, beberapa waktu belakangan ini gua udah ada bayangan seeh about what kind of 'Africa' I've been dreaming of.
I'm hoping that I will finally be in that place one day in my life before I die.
Okee dokee.. Ciaoo cito, babee..
Amore,
Indah
Nb. The only difference between myself and that bayi singa adalah gua kaga makan steak everyday, huehehehe :p
Nb2. Sebenarnya gua sedih karena orang yang gua pikir mengerti akan diri gua tapi ternyata ya dia juga ga ngerti. Mungkin mang udah saatnya gua harus men-support diri gua sendiri and ngga rely on others. Selama apa yang gua lakukan ngga melanggar perintah Tuhan maka Dia setidaknya akan selalu membuka jalan buat gua.
Nb3. Akhirnya gua menyadari, wong gua aja kadang ga mengerti diri gua sepenuhnya, gimana gua bisa berharap orang lain mengerti diri gua seutuhnya?! Itu adalah harapan kosong belaka. Tapi intinya gua harus jujur akan perasaan gua sendiri. Soal apakah orang lain bisa mengerti apa ngga, itu urusan mereka. Gua ngga boleh terus menekan apa yang gua rasakan. Kenapa? Karena hidup yang benar2 'hidup' (bukan iklan rokok :p) hanya bisa dijalani dengan hati yang 'merasakan' berbagai macam emosi sepanjang perjalanan.
Nb4. Hanya Tuhan y tahu pasti ke mana hidup elo akan dibawaNya ^o^ Yang bisa kita melakukan adalah percaya padaNya, mengerjakan apa yang kita bisa sebaik mungkin dan bertahan ketika menghadapi cobaan.
Nb5. Berhubung nb-nya udah kepanjangan maka lebih baik disudahi, haha, sebelum nb-nya lebih panjaang daripada postingannya :p
Posted at 03:55 pm by incredible79
Permalink
Wednesday, September 03, 2008
I had an interesting chat with Cruiser last Friday night.
Cruiser : Emang loe jadi rebellious br skr, Ndah? Ah...gua rasa, sifat gini mah pasti udah ada dr kecil
Cruiser : Gak mungkin br muncul skr :p
Cruiser : Hohoho...loe bukan penurut, Ndah. Loe hanya tidak membiarkan jiwa pemberontak loe keluar :p
Huahahaha.. Itu cuplikan chattingan gua with Cruiser via YM last Friday night.
Kenapa jadi ngomongin soal jiwa pemberontak? Awalnya sih Cruiser lagi nanya soal temennya, hihihi ^o^
Terus gua ngerespon eehh jadi dibilang githu, haha..
Gua bilang gini :
Kalau ditentang, gua malah jadi impulsif and makin pengen melakukannya tanpa pikir panjang tapi kalau didukung justru gua malah jadi ragu untuk melakukannya.
Naahh.. Kalimat gua di atas itulah yang bikin Cruiser berkomentar seperti cuplikan chat di atas, hahaha ^o^
Apakah emang bener gua termasuk tipe pemberontak?
Iseng kemarin ini gua nanya ke nyokap, "Mi, apakah aku termasuk tipe pemberontak?"
Nyokap gua bilang, "Iya, makanya perlu diredam, hihihi :p
Dari Cruiser juga gua baru tau ada istilah pemberontak pasif dalam artian dia ga secara terang2an nolaks ketika disuruh mengerjakan sesuatu tapi ya apa yang diminta dikerjain ya ngga dikerjain juga ma tuh 'pemberontak', huahaha..
Kayanya gua termasuk tipe yang ini dhe :D
Bener juga seehh.. Sebenarnya gua lebih banyak diam bukan karena gua setuju ama apa yang dikatakan orang tapi lebih karena gua males nyari ribut.
Gua sih no problem aja elo mau beda pendapat ma gua dalam banyak hal and gua pikir itu wajar karena toh kita berdua mang orang yang berbeda.
Yang gua ga suka adalah ketika elo mulai memaksakan gua untuk menjadi sependapat dengan elo.
I don't like that!
If only I had more courages and fighting spirits, gua rasa gua udah minggat dari kapan2 untuk mengasingkan diri ke tempat di mana there'll be no one to tell me what to do and I can just take care of my own business without no one's interfering my personal life.
And untuk part yang satu ini rada2 mirips ma si Cruiser, haha..
Last chat really was a refreshing and fun one ^o^
Gua bilang ke dia :
'Kita tetanggaan yuukk, Cruiser, gua janji dhe gua ga bakal ngeganggu elo and elo juga ga mencampuri urusan gua. Sesekali kita ngobrol bareng sambil ngeteh."
Hahaha.. Enak kali ya kalau bisa hidup kaya githu, D?
Cruiser juga bilang kalau menurut para psikolog seeh intinya cuman satu : cari perhatian, haha..
Bener juga kalau dipikir2..
Helloooooo?!! Bisaaa gaaaa seeeehhhh sekaaaallliiiiii aaaajjjaaaaaa deeennnggeeerrriiinnn apaaaa yaaaannggg guuaaaa maaaauuuu??!!
Iyaa.. Berkali2 gua udah teriak2 and menjerit2 putus asa.
Mungkin orang mikir gua teriaknya ma orang yang berada nun jauh di seberang pulau sana, makanya no wonder kalau dia ga bisa denger apa yang gua omongin karenanya gua musti teriak2 pas ngomong ma dia.
Well.. Tebakan elo salah, D!
Sadly to sayy.. Orang yang gua ajak ngomong ada persis di depan gua. And biar gua udah menjerit2 and teriak2 kaya orang gila untuk mendapatkan perhatiannya, kayanya dia tetap ga bisa mendengar suara gua.
Seakan kita berdua ada di dua dimensi yang berbeda and ada selaput tipis udara di antara kita yang ternyata cukup tebal dan kedap suara sehingga suara gua ngga bisa nyampe di telinganya *sigh*
That way I learned to shut down myself. I tried hard not to give any comments back.
Karena buat apa?
Gua cape2 berkomentar juga toh ga didengerin.
That is why I love blogging ^o^
Here I can write whatever things I want.
Writing has always been some kind of therapy for me.
Karena gua susah untuk ngungkapin perasaan secara langsung, dengan menulis gua lebih bisa mengalirkan emosi negatif gua keluar.
By writing, gua bisa kembali 'mendinginkan' gunung berapi dalam diri gua yang kadang ketika 'dipancing' udah menggelegak siap 'meledak', huahaha :p
And I finally realized why I love reading blog2nya orang lain dibandingkan membaca buku2 pengembangan diri.
Yang gua suka dari personal blogs yang menceritakan kehidupan mereka sehari2 adalah karena ada personal touch dari penulisnya dalam menuangkan isi hati dan pikiran mereka ke dalam bentuk tulisan.
Hal2 semacam ini sulit didapati kalau elo membaca buku2 dari para motivator karena sometimes kehidupan mereka udah jauuuh berbeda levelnya dari kita sehingga susah menemukan benang merah yang membuat kita merasa 'dekat' dan turut merasakan apa yang diceritakan sang penulis.
Hmm.. Hmm..
Awalnya ngomongin soal pemberontakan kenapa akhirnya malah menyerempet soal blog?!
Hahaha..
Cueks laahh.. Enakan bahas topik tuh campur aduk gini, hihihi ^o^
Thank you for reading yaa, D, hope you have a wonderful day ;)
Okee dokee.. Ciaoo cito, babee..
Amore,
Indah
Posted at 01:20 pm by incredible79
Permalink
Tuesday, September 02, 2008
Aduhh.. Asli gua lupa kemarin ini baca di mana yaa?
Tapi dibilang gini :
Ada 2 jenis orang yang menyikapi masalah yang mereka hadapi.
Golongan pertama adalah yang menatap cermin dan bertanya apa yang salah pada dirinya sehingga dia harus mengalami semuanya itu.
Golongan kedua adalah yang berlari ke jendela dan berteriak, "Dia yang salah!"
Kurang lebih begitulah yang gua baca karena udah rada lupa juga, haha, beginilah kalau lagi inget sesuatu ngga langsung ditulis :p
Anywayy..
Termasuk golongan yang manakah elo, D?
Kalau gua, gua rasa gua masuk ke golongan orang ketiga..
Yaitu mereka yang mengambil cermin dan berjalan menuju ke jendela kemudian mencari jalan untuk turun dan meninggalkan tempat di mana gua mengalami masalah itu, huahahaha :p
Kenapa?
Karena kalau gua tetap stay di tempat itu, gua ngga akan pernah bisa jadi orang golongan pertama sementara gua ngga mau juga selalu jadi orang golongan kedua..
Banyak orang yang bilang gua itu tipe ngeyel.. And sometimes gua juga ngerasa githu seehh ^o^
Terakhir kali Danny bilang kalau gua 'bangga' dengan kengeyelan gua.
Am I?
Kayanya ngga tepat juga dibilang githu..
Tergantung situasi dan kondisi dan suasana hati gua karena I'm a very moody person.
If you really want to help me, then you must try to find ways untuk 'menekan' kengeyelan gua, bukan malah menyiramkan bensin ke api kecil yang tengah berkobar.
Seperti yang udah sering gua bilang, I don't like being told what to do..
Kalau mang apa yang elo sampaikan adalah demi kebaikan gua, please send the messages the softer way karena gua orangnya defensif, kalau elo langsung nyerang gua, otak gua akan langsung mem-block apa yang disampaikan karena otak gua berusaha melindungi hati gua supaya ngga merasakan sakit.
Walau terkadang yaahh mungkin ibarat anak panah yang amat tajam yang ditembakkan oleh pemanah yang ahli, tameng gua ngga cukup kuat untuk menahan anak panah tersebut sehingga ujung anak panah yang tajam tersebut sempat menggores di hati gua dan menyebabkannya terkoyak dan kembali berdarah..
Oucchh.. It hurts..
Let me absorb the information in my own way bukannya menyuruh gua membaca setumpukan tebal rules sambil mengacungkan senjata ke leher gua dan melototin gua dengan tatapan tajam.
It just won't work, man!
Kepala gua mungkin akan menunduk karena gua belum siap mengucapkan selamat tinggal pada dunia, tapi otak gua bahkan ngga akan memaksa mata gua untuk melihat rentetan kata2 dalam buku tebal di hadapan gua.
Semuanya akan terasa kabur, hanya berupa kumpulan huruf2 yang melayang tanpa makna sehingga boro2 berusaha mengerti, lah ini tau aja kaga kata2 apaan aja yang ada di halaman tersebut padahal bahasanya masih sama.
And it doesn't matter kalau mang ternyata gua ngga fit in to that place karena gua ngga mau lagi mengubah diri gua hanya supaya bisa 'diterima' di sana.
Selama ini gua udah berusaha menyesuaikan diri, menekan perasaan dan berperang dengan diri sendiri supaya dapat 'diterima' tapi nyatanya?
Gua ngga pernah cukup baik untuk dapat diterima sepenuhnya di tempat gua berada sekarang ini.
Dan gua pun semakin merasa terasing dengan diri gua.
Who is Indah? What kind of person she is?
Bagaimana cara gua menjawab pertanyaan di atas? Apa yang bisa gua katakan ke elo mengenai dia?! Karena gua sendiri ngga tau pasti seperti apakah si 'Indah' itu..
Akhirnya gua menyadari..
Mungkin selama ini gua udah hidup dengan standar yang ditetapkan oleh orang lain..
Gua ngga pernah punya waktu untuk berhenti sejenak dan menanyakan ke diri gua sendiri apa emang ini yang gua mau karena gua selalu diburu untuk berubah sesuai 'standar' yang berlaku umum..
Dan gua ngerasa lelah.. Dan ngga bahagia..
Jadii.. Gua udah ga terlalu peduli lagi akan orang lain..
Selama ini gua berusaha tenggang rasa dengan harapan supaya mereka tenggang rasa balik ke gua tapi ternyata gua malah semakin menyuburkan sifat otoriter dan dominasi mereka yang kemudian berbalik jadi makin 'menekan' gua.
Kalau mang keadaan gua sekarang ini ga bikin mereka bahagia then it's not my business..
Gua hanya akan bertanggungjawab akan kebahagiaan gua. Biarlah mereka bertanggungjawab atas pilihan mereka untuk ngerasa ngga bahagia akan kondisi gua.
Selfish yee?
Bodo aahh.. Gua udah ga peduli lagee..
Kemarin sempat ngebahas juga soal tempat yang 'pas' dengan Danny and he said that di mana pun gua mencarinya gua ngga akan pernah menemukannya karena kita lah yang harus menjadikan diri kita 'pas' di tempat di mana kita berada.
Maybe he's right and maybe emang itu 'prinsip' yang dia pegang..
But that doesn't mean that I have to make it sebagai prinsip gua juga khan?
Mungkin pengalamannya dia selama ini yang membawa dia pada kesimpulan seperti di atas.
Tapi itu 'jalan' dia, bukan jalan gua and gua hanya perlu menikmati jalan yang gua tempuh walau in the end-nya mungkin gua akan sampai pada kesimpulan yang sama seperti yang udah Danny bilang.
Tapi gua ngerasa gua perlu untuk menjalaninya sendiri walau mungkin akan jatuh bangun dan kesandung sepanjang perjalanan.
Karena this is my life and I shouldn't be absent (again) in living my life karena keasyikan menonton orang lain menjalani hidup mereka dan hanya belajar dari pengalaman mereka tanpa pernah benar2 menjalaninya sendiri.
Tuhan.. Saya benar2 bingung saat ini..
Apakah sebenarnya Tuhan sudah kembali memberikan 'petunjuk' untuk saya tapi lagi2 mata saya 'dibutakan' karena kengeyelan saya?
Kenapa ngga ngasih saya petunjuk yang jelas, Tuhan? Supaya saya ngga kembali salah melangkah..
Apakah saya terlalu 'berpegang' pada luka hati saya dan tidak membiarkan Engkau menyembuhkannya sehingga luka itu selalu kembali ternganga ketika 'tersenggol'?
And I cried again..
Dan mungkin gua telah memberitahukan 'pesan' dan 'kesan' yang salah ke nyokap.
Gua ga bisa nyeritain versi lengkap ke dia karena semuanya tumpang tindih dalam otak gua and since I'm not used to share my feelings with her, I just don't know where to start.
So many things I want to tell her but somewhat my brain hold my tongue to tell things to her so I could only give her some pieces of what's really going on in my head that squeezed my heart so hard that made me felt like I just couldn't take it anymore so I cried..
*sigh*
Aduhh.. Sepertinya kata2nya 'menohok' gua lebih dalam dari yang gua pikir karena seharian ini kepala gua cenats cenuts terasa berat and gua jadi ga bisa mikir dhee..
Gua jadi teringat akan anggapan umum yang berlaku kalau usia 20an adalah masa pencarian identitas diri. Masa2 di mana elo akan mempertanyakan banyak hal, meragukan diri sendiri dan menyalahkan segala hal akan apa yang terjadi pada elo.
Okayy, yang terakhir soal 'menyalahkan' seeh tambahan dari gua aja, hahaha :p
Well.. I'll soon be in my late 20s, yaikss.. I'm old!! *sigh*
Hopefully by the time I'm changing the first number in my age from 2 to 3, all the doubts I have right now will slowly disappear and the wind will blow it away ^o^
Ngareps boleh donks aww karena apa? Sometimes hopes are the only things we have to hold on to when we're facing troubles in our life.
Talk to you later dhe ya, D..
Okee dokee.. Ciao cito, babee..
Amore,
Indah
Posted at 12:47 pm by incredible79
Permalink
Monday, September 01, 2008
Yuhuu, D, sekarang udah bulan September lhoo ^o^
And seperti yang pernah gua tulis di postingan gua yang berjudul 'Challange Myself', maka September adalah 'Challange Myself Month' :D
Yoii.. Di bulan ini gua akan menggeber postingan tiap hari so do come and take time to read yaa, D ;)
And as always, your comments are always welcome donks aww, huehehehe ^o^
~.*.~
Berkembang sesuai wadah, iya itu yang gua pelajari dari pohon cemara kipas di rumah gua ^o^
Well.. I'm not really sure itu pohon cemara namanya cemara kipas, haha, itu mah istilah gua untuk membedakan antara cemara yang satu dengan cemara lainnya :p
Ngga tau kenapa ortu gua kayanya demen (bangets) ma yang namanya pohon cemara.
Mungkin karena dulu rumah gua terletak di Jl. Cemara kali yee, haha, and di rumah itulah mereka mendapatkan gua sebagai anak terakhir mereka, suiitt suiittt, jadi mungkin cemara dianggap bawa 'hoki', huahahaha..
Sungguh kesimpulan yang asal, lanjutt..
Di rumah gua sekarang ini tadinya ada 3 jenis pohon cemara, again, ini gua namain versi gua aja yaa :p
Yaitu cemara kipas, cemara lilin ma cemara jarum. Tapi yang cemara jarum seehh udah dibabat abis semua soalnya selain udah tuee, udah ngga karuan pula bentuknya.
Makasih ya, cemara jarum, udah menghiasi kebon depan selama sekian belas tahun ^o^
Anywayy, mari masuk ke kisah si cemara kipas yukk, D, karena dialah 'bintang' kita pada postingan kali ini, hahaha :D
Cemara kipas ini awalnya ditaruh di teras lantai atas.
Jadi di teras lantai atas itu ada semacam 'pot' berbentuk setengah lingkaran yang akhirnya diputuskan untuk diisi dengan cemara kipas ini.
Mereka tumbuh subur dan tampak manis menghiasi teras lantai atas.
Until one day.. My parents decided to move them to give the space for flowers biar tampilan rumah lebih 'cantik'.
Para cemara kipas ini mau ndak mau ya hanya bisa manut aja toh yoo ketika mereka dicabut paksa dari tempat di mana mereka selama ini menempatkan akar mereka.
Walau mungkin sebenarnya mereka udah ngerasa nyaman di tempat mereka berada sekarang tapi ya hanya bisa pasrah ketika akhirnya dipindahkan.
Tempat baru para cemara kipas ini adalah di depan rumah, di pinggir got tepatnya.
Mungkin ada sedikit rasa kecewa yang menyelusup ketika mereka pindah ke tempat yang baru ini.
Bayangkaaann..
Dari tempat yang begitu tinggi dan menjadi kebanggaan bagi penghuninya, di atas githu lho tampak megah dan bisa membusungkan dada karena untuk melihat mereka maka orang2 harus mendongakkan kepalanya.
Iya, dari tempat yang tampak 'agung' dari kejauhan sekarang mereka harus 'menapak' tanah, kembali ke dasar, dan ditempatkan di pinggir got pula *sigghh*
Kalau ga kuat mental, gua rasa tuh pohon cemara kipas udah pada bermuram durja menyesali nasib sampai menolak makan and akhirnya berakhir jadi kayu bakar.
Tapi ternyata ngga tuh, Saudara2!!
Perlahan tapi pasti di tempat barunya ini justru para cemara kipas ini mulai menyesuaikan diri dengan tempat mereka yang baru, menyerap segala unsur yang terkandung dalam tanah sambil sesekali menyesap segala macam 'pupuk' dari air got yang terkadang disiramkan ke tanah tempat mereka menancapkan akar.
Dan apa yang terjadi?
Para cemara kipas ini justru tumbuh lebih subur daripada ketika mereka ada di atas sana.
Selain dari tingginya yang tampak amat mencolok, mereka pun bertambah gemuk, sehat dan bahagia karena bisa mendapatkan lebih banyak sinar matahari dan asupan air karena tampaknya tanah mereka itu memberi ruang buat air got untuk merembes masuk kali ya?
And they taught me things..
Sometimes untuk dapat mengembangkan diri, elo perlu sebuah 'wadah' alias tempat yang tepat for you to grow.
Karena terkadang tempat di mana elo berada saat ini tidak memungkinkan elo untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri elo.
Dan terkadang pula karena kita udah ngerasa 'menemukan' our comfort zone, kita menjadi takut untuk melangkah maju dan meninggalkan segala kenyamanan yang ada untuk 'menjemput' kenyamanan extra yang belum tentu bisa ada dalam genggaman.
And I guess I still haven't found the right 'place' for me to grow, dalam hal iman maupun life in general.
Iya.. Saat ini gua ngerasa masih belum menemukan 'wadah' yang pas buat mengembangkan potensi yang ada pada diri gua.
Gua masih seperti cemara kipas dalam wadah kecilnya yang mana bikin ruang gerak gua menjadi terbatas karena ke sana sini serba mentok :p
I need more spaces with less borders..
Where can I find that kind of place? Hmm..
Wooww.. I'm still amazed on how we can learn a lot from nature ;)
Ciptaannya aja bisa mengajarkan kita banyaaak hal, gimana dengan Sang Penciptanya itu sendiri yaa ^o^
Thank you, cemara2 kipaskuu.. For teaching me about lots of thing..
Wish I could find the courage within to take a step ahead of my comfort zone and embrace the world a little further..
Still a long way to go and lots of thing to learn..
Hope God will give me enough time to finally be fit in a place I longed to be.
~.*.~
Btw, D, gua sempat memperlihatkan postingan di atas pada si Danny sebelum gua tayangkan di blog.
And it's interesting to see perbedaan sudut pandang kita yang lagi2 membawa gua teringat akan komik favorit gua, "Topeng Kaca".
Pas adegan pelatihan Bidadari Merah, ketika Ibu Mayuko berbicara dengan Genzo di situ disinggung soal perbedaan antara Maya dan Ayumi.
Dibilang Ayumi itu 'berakting' menjadi Bidadari Merah sementara Maya berusaha menjadi Bidadari Merah.
Ayumi berusaha memahami unsur alam (air, tanah, api dan angin) dari sudut pandangnya sementara Maya memang 'memahami' unsur alam tersebut.
Itulah yang gua rasakan setelah chat ma Danny via YM menyinggung soal cemara kipas ini with me as 'Ayumi' and Danny as 'Maya'.
Gua berusaha 'memahami' cemara kipas dari sudut pandang gua sebagai manusia yang mana mungkin in a way 'menganggap' cemara itu layaknya manusia.
Sementara buat Danny, cemara ya cemara, pohon githu lhoo.. And tempat pohon adalah memijak di tanah, bukan di ketinggian yang menurut gua tampak 'cling' itu.
Kalau gua mengibaratkan cemara itu menemukan 'wadah' yang 'pas' ketika dipindahkan ke pinggir got, menurut Danny memang itulah wadahnya si cemara.
Hmm.. Hmm..
Interesting..
Intinya, gua berusaha 'mengerti' perasaan si cemara (tapi ke-'aku'-annya masih ada :p) sementara si Danny mang mengerti cemara itu gimana, huehehe ^o^
Sungguh perbedaan yang amat sangat mencolok *sigh*
Inti lainnya adalah.. Mungkin gua yang sekarang ini termasuk dalam kategori orang yang sedang berusaha menyikapi sesuatu dengan bijaksana sementara si Danny udah jadi orang yang bijaksana, huahaha..
What a HUGE difference yaa 'boo!!
Tapi ok2 it's lah.. Ingat, Indah, don't compare yourself with someone else. The only indicator you should use is your oldself!
I may not be as wise as he is but at least I may be a wiser person than I used to be, cai yoo, Indah!! ^o^
Banyak hal2 lainnya yang juga dibahas. Well, gua rasa I need more time to digest all the information and try to figure it out my way.
Coz from what I've learned..
We all have our own ways of learning, and his ways might not be my ways though we're heading on the same directions.
But I guess that would be okay just as long as we could learn something from whatever things we're experiencing.
Karena kalau gua maksa to learn things his ways, I might end up NOT learning anything at all karena selama proses pembelajarannya itu sendiri gua akan merasa tertekan yang mengakibatkan otak gua terlebih dahulu mem-blok informasi yang masuk, hahaha :p
Satu lagi, I guess this thing has confirmed me on how I love making things more complicated than they actually are, huehehe ^o^
No wonder gua ngerasa always jalan di tempat karena gua menghabiskan lebih banyak waktu untuk 'memikirkan' (walau benerr dhe, D, lebih sering kepikiran githu aja, nongol tanpa permisi, hahaha :p) hal2 yang semakin mengaburkan jalan gua and bikin fokus gua menuju tujuan akhir yang ingin gua capai, menjadi terpecah.
Huaaahh.. Emang benerr.. Masih banyaaaaaaak bangets yang perlu gua pelajari dan benahi, hiks hikss..
Untungnya ngga perlu pakai textbook, hihi, jadi lumayan ngga terlalu terbebani dhe ^o^
Yupp.. Learn things the fun way supaya hati tetap riang gembira tapi inti yang perlu dipelajari tetap nyantol di otak dan dipahami hati, olee!!
Thanks, Dannyy.. And indeed it's true we need to talk more, haha, 'coz my base isn't strong enough :p
Ibarat akar, gua jenis akar serabut, bukan akar tunggal, hahaha :D
Makanya ketika datang hembusan angin yang kuat, beberapa akar gua yang lemah itu ikut tercabut yang menyebabkan posisi tubuh gua menjadi limbung ibarat kehilangan pegangan..
Tapi untungnya gua bukan pohon yang harus pasrah menerima nasib apakah akarnya akar tunggal atau akar serabut, step by step gua harus bisa mengubah akar serabut gua menjadi akar tunggal yang kokoh ^o^
Have a nice day semuanyaaa!!
Posted at 03:41 am by incredible79
Permalink
Wednesday, August 27, 2008
My New Morning Routine ^o^
Beberapa hari belakangan ini, gua punya kebiasaan baru di pagi hari, D..
Kebiasaan itu adalaaaahh..
Nyiram tanaman di kebon!
Hahaha :p
Yooii.. Biar kata gua ga suka tanaman tapi gua suka nyiramin mereka.
And biasanya kalau abis gua siramin, tuh tanaman basah basah basaaahh (walau ga bisa joget dangdut :p) dari pucuk sampai ke batang berbawah yang menyentuh tanah.
Tapii kalau pohonnya tuinggii bener yaahh yang kena bagian cuman sebatas jangkauan air yang menyembur keluar dari selang, haha..
Anywayy.. Kenapa gua suka nyiram tanaman?
Karena gua suka melihat kilauan air di daun mereka ketika sinar matahari menerpanya.
*clingg*
Rasanya seneng aja ngeliat dedaunan itu pada bling2 bermandikan cahaya mentari. Kemilau alami yang memukau ;)
And as Ima said, being close to nature made me realize of how gReat our Creator is.
Betapa tidak, Tuhan ngga pernah kehabisan ide dalam mendesain bentuk daun, batang, dan akar.
Belum lagi 'sistem' yang ada pada setiap tumbuhan untuk menyalurkan air dan mineral (?) yang ada dalam tanah ke seluruh bagian tubuh pohon agar mereka bisa bertumbuh kembang.
Isn't it amazing melihat bagaimana pohon yang tadinya kecil itu bisa bertambah tinggi, menampakkan bunga2 yang merekah indah untuk kemudian berubah menjadi buah ranum yang bisa kita makan.
Di antara sekian banyak tanaman yang ada, gua paling kagum ma satu tanaman yang seringkali dianggap menjengkelkan dan terlupakan untuk turut disyukuri keindahannya, yaitu bunga rumput liar.
Ya iya laahh.. Namanya juga bunga liar jadi seringkali pasti dicabuts sampai ka akar2nya ma sang tukang kebon or orang yang deman berkebun supaya nih bunga rumput liar ngga turut menyerap nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman yang emang sengaja ditanam oleh sang empunya lahan.
Padahal bunga rumput liar itu cantiks lhoo ^o^ Ngga kalah dhe ama bunga2 lain yang repot perawatannya!
Plus point lain dari bunga rumput lihat adalah tahan banting 'boo!! Dan biasanya di lahan yang kurang subur sekalipun dia bisa tumbuh.
Woooww!!
Bukankah seharusnya kita seperti bunga rumput liar itu, D? Seberapapun kurang menguntungkannya kondisi di mana kita berada saat ini, sebenernya kita bisa tetap survive and tumbuh menjadi pribadi yang tetap memancarkan keindahan dalam diri kita? ^o^
Well, thank you tanaman2kuu.. Karena sudah kembali membukakan mataku untuk selalu mensyukuri segala pemberian Tuhan.
Seperti salah satu pembicara Oprah di edisi yang mengulas 'The Secret' bilang :
There's nothing new will come into your life unless you start being grateful of what you're having now.
So, friends, mari kita bersama2 belajar untuk mulai bersyukur pada Tuhan atas segala yang kita miliki, kecil maupun besar, baru ataupun lama, hehe..
Cai yooo.. Life's beautiful walau terkadang ketika mengalami cobaan, kita suka lupa akan hal itu :p
Happy Rabuu semuanyaa ;)
Posted at 09:52 am by incredible79
Permalink
Thursday, August 21, 2008
Thursday, August 21, 2008
Dear God,
How are you? Wondering if You still remember me considering that it's been a while since I really talk to You in my prayers.
Dear God,
You know I have a lot oof wishes that I hope one day will come true.
But God, as of today, if You would only grant me one wish to come true, please let me choose.
And my only wish would be for You to take me first off this world before You take my Mom to be with You.
That's my only wish, God. I won't ask You for a husband, a house of my own or anything else.
So, please, God.. Make my wish come true..
I'm sorry, God, if I haven't been around lately, to talk to You, to praise You or just to be with You in a silent.
Too many things on my mind, God.. You know it more than I do.
And I'm afraid talking to You, to ask You to put things right back like they used to because how would I react if You don't give me what I want? I would be so disappointed and it's not a good thing to be disappointed at You, right, God?
That is why I always postpone my plans to talk to You 'cause my prayers right now will only be fulled of complaints.
Yes, God, I want to complain to You. Why do You give us so many problems? When will all these things come to an end?
The preachers always said that You wouldn't give us any problems more than what we could handle but God, this is just too much..
I can't stand seeing so many things around me not going on the right paths but I couldn't do anything to change it.
Dear God,
You are the Almighty One.. Please take time to see our family and help us go through this neverending situation.
Please, God, don't put us on hold any longer..
Dear God,
You've been so good to us all these times, please let us feel Your kindness again..
Dear God,
I always love rains but I don't like storms so please silent down the storms and let me find a rainbow 'cause that's the symbol of hope like the one You gave to Noah.
Dear God,
Please strengthen us and hold us tightly in Your arms and keep us safe until it's all over.
Dear God,
Thank you. Thank you for all the wonderful things You've given us. Thank you for all the blessings.
Thank You for listening, God. I hope next time we'll meet again without tears 'cause You've been so great to me that it's just not fair if I only look for You when I'm facing troubles. I want to share my laughs with You, too, God.
Dear God,
That's all I can say for now. Until we meet again..
Your lost & found child,
Indah
Posted at 09:18 am by incredible79
Permalink
Wednesday, August 20, 2008
It's true that we can learn from anything anywhere anytime, maka keep an open mind and be alert of everything, haha..
Skg gua mo ngebahas sekilas soal komik favorit gua, 'Topeng Kaca' karya Suzue Miuchi.
Di adegan Ayumi memerankan Juliet pentas solo, si Ayumi bilang kalo dia menantang dirinya sendiri dengan mengambil peran itu.
Wooww..
And I guess it's true.. The only one that you need to compare yourself with is your old-self!
Bukan membandingkan diri dgn org lain krn biar gimana kita itu berbeda, even saudara kembar skalipun ngga mungkin sama.
Jadi yg bisa dijadikan 'patokan' apakah kita sudah bergerak maju atau belum hanyalah diri kita di masa lalu.
Sudahkah diri kita hari ini menjadi sosok pribadi yg lbh baik dr diri kita di let's sayy.. A month back then? A year ago?
Segala hal di dunia ini ngga ada yg tetap sama. Semuanya berubah. Sedikit maupun banyak pasti kita sekarang ini pasti beda dgn kita yg dulu.
Dan perubahan yg dimaksud ngga harus berupa physical change. Tp bs lbh ke arah yg abstrak berupa pola pikir kita.
Mau ngga mau gua rasa setiap pertemuan kita dgn orang lain, setiap tukar pikiran yg kita lakukan, setiap buku yg kita baca, film yg kita tonton dan berbagai kejadian dlm hidup kita akan mempengaruhi cara kita berpikir dan menyikapi sesuatu.
Soo.. Dgn semangat makin mengenali diri dan menerima keadaan diri gua yg emang ngga bisa fokus ke satu hal tertentu, I decided that I need to challange myself.
Tadinya mo mulai di bulan Agustus ini tapi tanggung aahh bulan ini udh mo berakhir, haha, jadi lbh afdol kalo mulainya di bulan September aja.
And 'tantangan' yg akan gua berikan pada diri gua adalaahh..
Eng ing eeenngg..
I'm gonna challange myself to write at least 5 topics in a week soo in September there should be at least 20 posts in here, hahaha :p
Gua masih bingung antara mosting bagi2 topik antara di Blogdrive ama Multiply atau postingan yg sama tayang bersamaan di kedua blog, hahaha :D
Let me decide about that later dhee, tergantung mood soalnya sometimes ada hal yg too private yg ngga bisa gua share di salah satu blog, hahaha..
Ooohh.. I'm excited!!
Mo ngumpul2in bahan aahh, hihihi.. Ini maahh jadinya ga purely writing (almost) everyday yaa, haha, krn skg aja stok tulisan yg blm tayang udh ada banyak, hahaha :p
Tapi ok2 it's donkss toh semuanya itu emang gua yg nulis jadi sah2 aja, iya toohh?
Lagian gua ini yg bikin tantangannya jadi peraturannya ya flexible, suka2 gua, hahaha :D
Yuhuu.. September, ayoo cepatlah dataaangg!!
So, D, what challanges are you gonna give yourself? ;)
Posted at 09:56 pm by incredible79
Permalink
Tuesday, August 19, 2008
It's Like Blaming Their DNA!!
MERDEKAA!!
Hahaha.. Telats 2 hari ok2 it's donks, yg penting khan niatannyaa, hahaha :p
Anywayy.. Berhub nih blog serasa 'ditelantarkan' krn gua lbh sering beredar di Multiply skg ini, untuk topik berikut ini akan lbh dulu tayang di sini lhoo, D, sblm gua tongolin jg di Multiply, hihihi..
Ini jaraaaang skalee terjadi khan?! :p
Met baca and as always, gua selalu menantikan komen kalian krn 'kepala' kita khan beda so it's always nice to see things from different perspectives to widen up our range of thoughts ;)
Enjoy your Tuesday, guyss ^o^
~.*.~
Hmm hmm kalimat berikut ini udh lumayan lama gua denger di Oprah, di episode tentang anak2 yg ortunya bercerai.
Yg ngomong adl psikolog terbaik dlm menangani anak2 'hasil' perceraian. Hehehe.. Saya lupa nama Bapak, Pak, hihihi :p
Dia bilang gini :
'When you're talking bad things about your spouse in front of your children it's like blaming their DNA!'
Woww wooww.. It's so very true yaa..
Krn children itu khan having half DNA of their father and the other half is from their mother.
Eheemm.. Sptnya seeh gt, haha, gua mana ngerti soal DNA2-an, hahaha :p
Soo, parents of the world, please watch your mouth, especially when you're having any arguments with your husband or wife 'cause usually when emotions take over, the harsh words will flow.
Just bite your tongue when it happens and try to hold it as long as you can before you take part in damaging your own children's souls.
But you know what, D.. Sometimes I think children need to be updated with the real life situation their parents' are in so that they won't be living in any illusional life which is fake.
I believe that once in a while they need to see and hear their parents 'open war' so that they know that it's okay having some arguments once in a while in a marriage.
That way, they will have a more realistic perspective of what marriage life would be.
Unlike me who has been so fed up with Cinderella syndrome, with the famous tag : 'And they live happily ever after!'
By saying 'happily', what stick in my head means that there will be no fightings and arguments at all. Which by the way when you live in a real world that's almost impossible, right?
Two heads with two different minds might come to a clash once in a while and that's perfectly normal as long as both side can handle it wisely and just stick to the main issue and exchanging their thoughts.
I always have these thoughts in mind that when you love someone that much then all you need and want to do is to make sure that the person you love is in a happy state.
And I still don't understand how you can hurt the one you said you loved.
That is why I still don't have a harmony between my head and my heart. I mean sometimes my head can make any logical explanations but my heart just can't (and doesn't want to) absorb it.
Having watched so many Oprah's episodes, I learned that 'hurt' people would hurt persons in their lifes. Sometimes it's not because they want to do so but they just don't know how to do another thing besides hurting.
That is whyy.. Marriage is not my main priority right now. At this stage of my life I know that if I get married, I would most probably end up in a divorce.
I guess I need to buy a new slide of my version of a perfect marriage to be put in my head and my heart 'cause the old one has been broken into pieces and I just can't seem to put the pieces back in their right places.
Marriage.. Is there such thing called a happy marriage in this world?
With no cheating? No swearing? No emotional abuse?
Can two people live in one blended harmony in peace? With lots of love? Willing to take each others for who they trully are?
Husbands and wifes of the world.. Please be a loyal loving partner of your spouse! Give them your support, take a good care of them and never hurt their feelings.
Don't put the blame on your spouse when you're having problems with your ownself. Make peace with yourself and fix what was once went wrong!
You have made your decision to choose the other half as your husband or wife, the road ahead might be bumpy ones but remember all those wonderful feelings you had that made you chose her or him to be your partner of life.
Keep the love alive and work on your communication skills and have a loooong patience when dealing with your loved ones.
Okayy.. As always, I'm out of topic again :p
Good luck and I see you again some other time! Ciaoo..
Posted at 08:33 am by incredible79
Permalink
|
|
|